Tokoh Agama Ajak Jamaah Dukung Pemerintah Desa Gandrungmanis Wujudkan Desa Anti Korupsi
Tokoh Agama Mendukung Desa Gandrungmanis menjadi desa percontohan Desa Anti Korupsi
Gandrungmanis – Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berintegritas terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh agama Desa Gandrungmanis, Sardi, selaku Ketua Tanfidz Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Gandrungmanis, yang menyampaikan dukungan dalam kegiatan rutin Pengajian Muslimat NU Ranting Gandrungmanis.
Dalam kesempatan tersebut, Sardi mengajak seluruh jamaah Muslimat NU untuk bersama-sama mendukung upaya Pemerintah Desa Gandrungmanis dalam membangun budaya antikorupsi. Menurutnya, pencegahan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan warga desa.
"Nilai-nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama merupakan ajaran agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga integritas, kita turut berkontribusi dalam menciptakan pemerintahan desa yang bersih dan dapat dipercaya masyarakat," ujar Sardi di hadapan para jamaah.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program Desa Anti Korupsi sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. Dukungan berupa pengawasan, keterbukaan, serta kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan maupun keuangan desa.
Pemerintah Desa Gandrungmanis sendiri saat ini tengah mempersiapkan diri sebagai desa percontohan Desa Anti Korupsi mewakili Kecamatan Gandrungmangu. Program ini sejalan dengan upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipatif, serta berlandaskan nilai-nilai integritas.
Melalui momentum pengajian rutin Muslimat NU, diharapkan semangat antikorupsi dapat terus disebarluaskan kepada masyarakat. Nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan kejujuran dan amanah diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan Desa Gandrungmanis.
Pemerintah Desa Gandrungmanis menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh tokoh agama beserta seluruh jamaah Muslimat NU. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Gandrungmanis sebagai desa yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi demi terciptanya pelayanan publik yang semakin berkualitas serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
